e-Warong PKH

Domain Murah

Bantuan Sosial Tak Lagi Pakai ATM, Namun Sistem Biometrik

www.pkhkebumen.com
Kementerian Sosial (Kemensos) mengatakan penyaluran dana bantuan sosial nontunai berpotensi tak lagi menggunakan kartu anjungan tunai mandiri (ATM), tetapi melalui sistem biometrik.

Sekadar informasi, skema biometrik adalah sistem identifikasi personal melalui karakteristik biologi seperti sidik jari hingga sensor retina.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry Soeratin menyampaikan, sistem ini digunakan karena sebagian besar masyarakat penerima bantuan tidak mengerti cara menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

Ia mencontohkan, banyak masyarakat yang ternyata lupa nomor identitas pribadi (PIN). Bahkan ada pula masyarakat yang sampai memaku kartunya karena takut hilang sehingga fungsi kartu justru menjadi rusak.

“Kalau kartu tertelan di mesin ATM, masyarakat langsung panik. Maka kami mencoba pendekatan elektrifikasi dengan biometri. Ini akan memudahkan masyarakat untuk menggunakan dana bantuan,” ujar Harry di Kementerian Keuangan, Kamis (19/10).

Negeri Taj Mahal Jadi Kiblat

Dalam merencanakan sistem ini, instansinya berkaca pada penyaluran bantuan sosial di India. Di negara Taj Mahal tersebut, dana bantuan disalurkan melalui sistem biometri ke 200 juta penduduk.

Untuk memperdalam skema tersebut, Kemensos pun baru-baru ini telah melawat ke India. “Kami lihat seharusnya sih bisa, karena mau tak mau semuanya ini relevansinya ke sistem informasi dan teknologi,” jelasnya.

Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara). Selain itu, seluruh bank pelat merah itu diklaim telah bersedia menyediakan sarananya. Hanya saja, impelemtasi tak segera dilakukan tahun depan karena masih butuh persiapan yang matang.

Di samping itu, instansinya pun belum tahu pendekatan biometrik apa yang akan dipakai. Namun, berkaca pada pelaksanannya di India, penerima bantuan sosial diidentifikasi melalui sidik jari.

“Tentu ini di masa depan, tak akan dimulai dalam waktu segera juga. Cuma kami ingin mencari skema alternatif lain dalam menyalurkan bantuan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi Tim Nasional Percepatan Penangulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Satriawan mengatakan, penyaluran dana bantuan melalui sistem biometri dianggap sebagai arah kebijakan yang tepat.

Sebab, sebagian besar permaslahan pencairan manfaat non-tunai terletak di masalah kartu. Berdasarkan survei yang dilakukan timnya pada Mei lalu, 49 persen hambatan pencairan dana terletak di PIN bermasalah. Selain itu, sebanyak 19 persen masalah bersumber dari mesin Electronic Data Capture (EDC) yang tak berfungsi dengan baik.

“Tantangan terbesar ini memang di PIN, sehingga pendekatan biometrik untuk penyaluran dana tersebut bisa dianggap lebih baik,” paparnya.



Sumber: CNNIndonesia.com
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 PKH Kebumen - All Rights Reserved